RSS
Facebook
Twitter

Selasa, 23 September 2014

Belanja Persiapan Kelahiran Anak Kedua

Di mbah google, banyak kita temuin referensi belanja kebutuhan bayi baru lahir. Rata-rata sih, buat first baby born, jadi para emaknya masih so enthusiast welcoming the first one, apa-apa kudu lengkap dan apa-apa kudu dibeli. Apa-apa kudu yang bagus, yang ber merk, yang mihil. Pokoknya nggak mau kalah sama emak-emak keren di internet.

It was so me, when preparing Ghozy's born (Anak pertama, harap maklum).
Tapi ternyata eh ternyata, banyak juga lho barang yang kita beli itu, yang bagus-bagus, bermerek dan mihil itu, akhirnya nggak kepake. Mostly karena kalap mata, yang lain karena dapet kado yang sama dari mereka yang tercinta. Tapi ya namanya anak pertama, nggak papalah, heboh dikit. Biar keliatan greng nya gitu. 

Nah, berhubung si dedek di perut calon anak kedua sudah mulai masuk di usia tujuh bulan, emaknya perlu me refresh lagi nih kayaknya barang-barang yang mesti dibeli. Berikut ini list kebutuhan new baby born yang aku copas dari temen-temen dunia maya yang sudah berbaik hati sharing kebutuhan mereka, yang mana list ini akan banyak kucoret mengingat masih ada satu-dua "sisa si kakak" yang bisa diberdayakan kembali.
Btw, berhubung hasil USGnya si dedek ini perempuan, jadi ya pasti ada yang beda dengan kebutuhan kakak laki-lakinya ya..

Chek this out:

Clothes :
 [½ lusin] stelan baju tangan panjang +celana panjang   (sudah ada punya kakaknya)
 [½ lusin] atasan lengan pendek
   (sudah ada punya kakaknya)
 [½ lusin] atasan tanpa lengan
   (sudah ada punya kakaknya)
 [1½ lusin] celana pop/celana pendek
   (sudah ada punya kakaknya)
 [2-3] celana tutup kaki
   (sudah ada punya kakaknya)
 [4-6 pasang] sarung kaki + sarung tangan
  (sudah ada punya kakaknya)
 [1-2 buah] kaos kaki/sepatu bayi
 [1] cardigan/jaket/baju hangat
 [1] topi bayi
 [½ lusin] singlet
 [2 lusin] popok kain  (sudah ada punya kakaknya)
 [½ lusin] gurita  (sudah ada punya kakaknya)
 [½ lusin] bedong
  (sudah ada punya kakaknya)
 [2-3 buah] alas dada/oto (bib)
  (sudah ada punya kakaknya)
 [2-3 buah] sapu tangan handuk
  (sudah ada punya kakaknya)

Dan woow... ternyata dari sekian banyak daftar pakaian yang harus dibeli, banyak yang bisa dicoret nih. Yang perlu dibeli lagi mungkin cuma kaos kaki sama sepatu, topi, dan singlet. Itu sudah. Nah, biar nggak keliatan semua barangnya adalah "lungsuran" si kakak, boleh deh membudgetkan 3 ato 4 potong baju bayi cewek buat pergi-pergi ke dokter ato jalan-jalan ke mall. Eh, sama bando-bando gitu lucu kali yaa....

Perlengkapan Mandi
bak mandi (sudah ada punya kakaknya)
perlak mandi untuk alas ganti pakaian
[2 buah] handuk bayi besar (masih ada simpenan, ex kado, masih brand new kok)
[3-4 buah] washlap/sarung tangan handuk (masih ada simpenan, ex kado, masih brand new kok)
sabun shampoo two in one
baby oil
baby cologne
diapers cream
bedak padat bayi (nggak perlu, nggak terlalu suka pakein bedak. Paling kalo beli yang tabur aja)
minyak telon
lotion anti nyamuk (nggak perlu, dulu beli nggak kepake)
wet tissue
cotton buds
sisir+sikat bayi (nggak perlu, dulu sempet beli, terus nggak kepake, trus malah ilang nggak tau kemana)
gunting kuku bayi
Newborn pampers/clodi
kapas bulat ***kalau mau irit beli kapas kiloan di apotik lalu bentuk bulat-bulat, simpan di toples

Nah, kalo perlengkapan mandi ternyata perlu beli lagi nih. Tapi biar nggak ribet, mau pake merk samaan kayak kakaknya aja deh, jadi kan konsepnya dipake bareng2. Hehe..
Oya, aku punya satu catatan lagi tentang clodi. Jadi, dulu waktu jamannya Ghozy, dalam rangka ikut-ikutan trend dan ikut serta menyelamatkan bumi, dan gelap mata, dsb, si emak ni beli clodi. Untuk investasi masa depan. Say no to pospak. Tapi ujung-ujungnyaa.... mangkrak deh tu si clodi yang cukup banyak itu. Pasalnya, ternyata aku nggak telaten makein clodi. Sering bocor. Nyucinya juga agak ribet kan, yang mana bikin insertnya pesing. I dont like it. Maka kumpulan clodi itu masih tertata rapi di lemari (dan kadang kalo lagi buka2 gitu nyium insertnya masih berasa pesing aja. Parno kali ya?) Jadi, investasi jutaan penyelamatan bumi itu mangkrak jaya. Daaaannn... sering banget deh kena sindir suami dengan "gimana nih, nasib investasimu?" 
Hemm... rencananya sih, clodi-clodi itu mau tak berdayakan lagi. Semoga bisa yaaa....

Perlengkapan Tidur
kasur (nggak perlu, seranjang sama ortunya lebih praktis. Rencana malah mau beli kasur buat bapaknya aja)
[2 pasang] bantal guling (nggak perlu, bikin ranjang jadi sempit, dan ribet nyusuin)
Seprai anti air, 
kelambu
bantal peang (ada lekukan di bagian kepala)
selimut bayi (nggak perlu, punya kakaknya nggak kepake)
[1 buah] perlak besar (sudah ada punya kakaknya)
[2 buah] perlak kecil (sudah ada punya kakaknya)

Nah, kalo keperluan tidur, rencananya mau nambah investasi sprei anti air. So far, its so helpfull, biar pipisnya si dedek nggak tembus sampai kasur. Apa dijadiin wish list aja ya? Hihihihi... 
Terus, rencana mau nambah kasur besar aja biar space nya lebih luas, soalnya si kakak lagi hobi loncat-loncat, jadi kayaknya perlu manjaga si dedek dari wilayah loncat-loncatnya si kakak.  

Kebutuhan Tambahan
sedotan ingus (nose cleaner) (nggak perlu, dulu pernah beli, malah nggak tega makeinnya. Ganti pake olbass atau oure kid aja)
kassa
alcohol 70%
betadine
tas bayi (masih ada simpenan, ex kado, masih brand new kok)
gendongan

Nah, kebutuhan tambahan yang perlu di note itu ternyata gendongan sling. Soalnya, sampe sekarang masih belum nemu gendongan sling yang oke punya, mengingat si emak nggak bisa gendong pake jarit. Sudah direkomendasikan pake gendongan sling merk elegance siiihhh, yang katanya enak itu. Sedang pikir2 nih, mau dijadiin wish list atau beli sendiri (si emak ngirit bingit).

Kebutuhan Ibu
[3 buah] BH menyusui
breast pads
gurita ibu

Nah, ini kayaknya bisa coret semua sih, soalnya masih ada pas kakaknya dulu, dan jarang kepake. Hihihi...

Kebutuhan Peralatan Perang Asi
breast pump (pompa asi) (masih ada, terawat baik)
[1 dos] botol ASI kaca
kantong ASI
[3 buah] botol (dot)
cooler gel
cooler bag (masih ada, terawat baik)

Nah, kira-kira basic need nya itu dulu gih. Alhamdulilah ya, masih banyak yang sudah punya, jadi tinggal nambahin dikit-dikit aja. Semangatttt!!!!

Selasa, 09 September 2014

The doctor said its a girl!

Its about my second pregnancy anyway, 6 months.
It has been a long time ago since my last posting. 
Have no time. Have no idea. Have no passion.
Ha.ha.I am the busiest working mom ever in the office.
(New boss, new rules, new never ending-jobdesk)

Jadi, inilah saya, dengan cerita bulan ke enamnya si dedeknya sughozy.
Tapi jadi bingung juga ya, apa yang mesti diceritain. Soalnya hamil kedua ini alhamdulilah tidak ada rewel rewel. Morning sickness sebentar  pas awal-awal, tapi setelahnya biasa aja. Ato mungkin karena ini kehamilan kedua kali ya, jadi tidak terlalu "berasa hamilnya" kayak pas hamil Ghozy.

Yang membedakan antara kehamilan pertama dan kehamilan kedua adalah, si dedek ini super aktif. Dari umur 4 bulan aja udah mulai gerak-gerak. Setelahnya, hampir setiap hari kayaknya dia jungkir balik di dalam sana. Semakin hari semakin kuat geraknya. Little bit "aw" actually, but its okay lah, demi.

Yang beda yang lain adalah, emaknya doyan banget sayur dan buah. Hihihi.... alhamdulilah sekali ya, bisa mensupport (dan otomatis menambah anggaran) food combiningnya misua. Dulu, waktu hamil Ghozy (2 tahun 5 bulan yang lalu), tidak suka makan sayur dan buah, tapi yang ini doyan banget. Semoga setelah lahir, si dedek juga jadi penggemar sayur dan buah juga, nggak kayak kakaknya yang sampai dengan saat ini nggak doyan buah dan agak susah maem.

Di hamil kedua ini, emaknya menerjang sebagian dari aturan "DO&DOS" nya makanan ibu hamil. Artinya,  doyan banget fast food, makan sate, sesekali steak daging, minum kopi, dan terlalu sering mengkonsumsi racun berjudul keripik ber msg, sejenis La*s, T*r*, ch*k*, and friends. Ya gimana ya, enak banget sih. Suami juga agal longgar, dengan alasan "Bismillah aja bun, semoga si dedek besok nggak alergian kayak kakaknya". Aminnnn.... (belum pernah cari tau si kaitan antara makanan ibu hamil dan alergen anak).

And then, the SpOg said, its a girl. Its a good news. Walaupun membesarkan seorang anak perempuan cenderung perlu ekstra hati-hati, but we are happy for this news. Berdoa lebih banyak, semoga si dedek tetep sehat sampai saat dia menemui ayah bundanya. Dan seterusnya sampai dia dewasa. Aminnn...

Sementara itu, sejak usia 6 bulan ini, ayah bundanya sering bertikai kecil masalah nama. Ternyata, lebih susah mencari "nama cantik" ketimbang "nama ganteng". Ayahnya ribet banget, susah nerima masukan. Hiks hiks hiks. Semoga pada saatnya nanti, kami bisa sepakat untuk memberi nama cantik buat si dedek.

Hehe...
Itu dulu kali ya, semoga masih bisa nulis lagi lain kali. 
Its for you, my babies, I dont really care whether people read this blog, or not. 
I just wish, someday you'll find this blog and read it by yourself. Its my love letter for you.

Hey little girl, your man may fall in love with you, 
starting from your face, and turn into your heart.
But your mommy, fall in love with you, even she doesnt know  your face yet.
She is loving you in a rush, instantly, from the first time she knew you are there, in her part of the body. 

Next posting may tell about si kakak, yang sedang happy maen sepeda baru.

Love you, babies..
:) 







Kamis, 20 Februari 2014

Pilihan selalu mendatangkan resiko.

Menjadi orang tua pekerja dengan baby, is a thing.
Apalagi kalo si orangtua ini dua-duanya perantau, yang jauh dari kakek nenek, budhe pakde, kakak adik, dan sodara yang lain.
Artinya, kita jadi sangat bergantung pada keberadaan baby sitter atau Asisten Rumah Tangga (ART) untuk njagain anak selama ditinggal kerja.

Saya pake ART.
Karena baby sitter mahal.
Ha.ha.ha.
Yah, apalagi alasan utamanya kalo bukan budget? Di Surabaya, tarif baby sitter mulai dari sejuta setengah sampai tak terbatas, tergantung tingkat kesejahteraan majikan. :D
Selain itu, baby sitter nggak mau ngapa2in lagi kecuali megang anak. Jadi piring kotornya diapun, kita yang mesti cuciin (lebay).
Dan lagi, baby sitter itu berseragam. Suami saya tidak berkenan ada orang nginep si tempat kita dan dia wira wiri pake seragam. Alasan yang aneh sih memang, tapi saya iya kan saja demi anggaran.

Ghozy bulan ini umur 22 bulan, dan sudah "menghabiskan" 5 ART.  -_-'

Waktu cuti melahirkan habis (ghozy 3 bulan), pontang panting cari ART, tapi nggak dapet2. Akhirnya import mertua dulu 2 minggu, dan akhirnya dapet ART pocokan. Pocokan artinya pulang pergi. Si ART ini sudah sepuh, 60 tahunan lebih. Tapi dari fisiknya si masih mampu bekerja. Kami memanggilanya mamak.
Repotnya adalah, datengnya sering siang2. Jadi kita berangkat ngantornya pasti kesiangan juga. Potong gaji deh akhirnya. Terus, pulangnya minta cepet-cepet pisan, jadi akhirnya jam 4 tet itu kita kudu buru2 pulang kalo nggak pengen dicemberutin si mamak.
Si mamak ini bertahan 3 bulan saja, karena kalo saya atau suami lagi Dinas Luar, repotnya jadi dobel. Pas suami Dinas Luar, aktivitas pagi terhambat, karena saya nggak bisa ngapa2in soalnya nggak ada yang pegang ghozy. Jadi pas si mamak dateng (yang sering kesiangan itu), baru deh saya bisa mandi. Semakin telatlah saya berangkat kantor. Apalagi kalo yang Dinas Luar saya. Ayahnya Ghozy super repot pagi2. Hehe...
Jadi yah, akhirnya 3 bulan saja deh selesai urusan sama si mamak. (Dia lho ya, yang minta keluar, dan menyarankan untuk mencari ART lain yang mau diajak nginep).

ART yang ke 2, saya impor dari kampung. Ibu ibu berumur sekitar 30 sekian. Sebelum berangkat ke Surabaya, minta dibelikan sepeda dulu buat anaknya. Sudah dibelikan, minta pula diantarkan. Dan... belum genap seminggu di Surabaya, sudah minta pulang. Surabaya terlalu panas katanya. Dan dia rindu anak-anaknya. Jadi, mau bilang apa?

ART ke 3, dapet dari penyalur. Janda muda dengan 1 anak. Biaya penyalurnya waktu itu minta 300.  2 minggu kerja, izin pulang nengok keluarga. Pada hari H saat dia berjanji akan kembali, dia mengirimkan sms kira-kira seperti ini : "Ibu, saya minta naik gaji. Kalo nggak dinaikin, saya nggak balik aja".
Oh.
Saya sudah 4 tahun bekerja, baru minggu-minggu ini dapet gosip kenaikan gaji 10%. Itupun masih gosip. Realisasinya entah kapan. Nah, ini ART baru kerja 2 minggu  sudah minta kenaikan gaji. Pake ancaman tidak balik lagi. Mau diapain kalo ART kayak gini?
Ya dinaikin aja gajinya. Mau apa lagi. Ha.Ha.Hiks.Hiks.
Setelah dinaikin gajinya pun, ternyata tidak menjamin keberlangsungan kerja. 4 bulan akhirnya tak kembali juga. Alasannya? 
Sudah bisa diduga. Nggak jelas alasannya. Nggak balik aja pokoknya.

ART ke 4, gadis muda belia umur 20 tahun. Tapi anaknya jempolan. Ini ART favorit saya. Telaten sama anak, nggak macem-macem, kerjaan juga beres. Cuma 3 bulan saja sih tapinya, mau menikah dengan pacarnya. Sekarang sudah hamil dia.

ART ke 5, adalah kakak ipar ART ke 4. Saya memang pesen sama si ART ke 4, untuk mencarikan gantinya. Anaknya seumuran saya, 20 plus plus dengan 2 anak. ART ke 5 ini lumayan baik. Telaten juga sama anak saya. Pernah tak bawa 2 kali pulang kampung waktu DL ke jogja, dan Ghozy baik-baik saja sama dia. Di bulan ke 4 kerja, mulai ada masalah. Yaitu, ART ke 5 saya ini cantik. Dan suaminya tipe pencemburu. Tiba-tiba saja saya ditelepon suaminya, minta memulangkan si ART ke 5 karena dia disinyalir main mata dengan  pihak ketiga. olala. Tapi kemudian, ultimatum pulangnya ini dicabut kembali oleh si suami, karena katanya semua hanya salah paham belaka. Jadilah dia bertahan kerja. Tapi sejak saat itu mulai nggak beres deh, ada-ada saja pokoknya. Kalau izin pulang nengok anak, baliknya pasti molor-molor. Repot akhirnya. Pada bulan ke 6, izin pulang 2 hari. Pada hari ke 3, sudah tidak bisa ditelepon. Sms juga tidak dibalas. Kamarnya juga sudah bersih, nggak ada satupun bajunya. Sorenya baru sms, bilang kalo nggak bisa balik lagi.

Sekarang, sedang pontang panting mencari calon ART ke 6. Si penyalur sudah menaikkan tarif baru-baru ini. Antara 700-800 administrasinya doang. Bahkan ada yang 1,5. Gaji ARTnya pun sudah naik dengan signifikan. Yang membuat kita ini harus bekerja, bekerja, dan bekerja dengan giat demi membayar gaji mereka.

Pertanyaanya, kenapa ya ART itu begitu? Tega sekali pergi mendadak dan tidak balik lagi, seolah kita bisa mencari gantinya semudah menjentikkan jari.

Doakan saya segera dapat ART ke 6 dan terakhir kalinya yaaaa.... 
Amin. 






Minggu, 01 Desember 2013

Hectic November.

Surabaya hujannya masih jarang, jadi Rain nya masih belum cocok ditaruh di sebelahnya November. Desember Rain mungkin lebih cocok, khusus area Surabaya dan perbatasan Surabaya Sidoarjo tepatnya.

November ini judul yang lebih tepat adalah Dinas Luar Kota.
Ayahnya Ghozy bisa dibilang hampir tiap minggu keluar kota, bahkan ada episode keluar pulau juga.
Alasan klasiknya si akhir tahun, ngerjar target laporan akhir kerjaan plus target ngabisin anggaran. (PNS oh PNS).
Mari kita berhitung.

Ayahnya Gozy. Awal bulan banyak koordinasi seputar Jakarta dan Bandung, dalam seminggu dua sampai tiga hari. Pertengahan bulan ke negeri antah barantah di Sambas Kalimantan, yang dari bandara aja perjalanan daratnya bisa seharian. Jadi Dinas Luarnya seminggu full. (Eh, itu November ini ato Oktober ya yah? CMIIW). Terus... ada ke Lombok sekitar 4 hari. (Yang ini ayahnya ghozy bawa banyak oleh oleh. Yeay Yeay!). Setelahnya seputaran Jakarta lagi, terus ke Jogja seminggu, terus tadi malem (Last November) baru aja pulang maraton Bandung Jakarta.

Dan saya. Bulan ini lumayan banyak Dinas Luar on the spot, yang artinya disposisinya mendadak dangdut. Kebanyakan si di Jakarta, meeting-meeting gitu, jadi bisa PP Surabaya-Jakarta. Tapi ada juga si ikut pelatihan (sampai 2 kali) yang pake acara nginep di Jakarta. Minggu ketiga November bahkan maraton, 2 hari Jakarta lanjut 3 hari di Jogja. Minggu terakhir alhamdulilah stay cool di kantor pacaran sama kontrak.

Bagusnya dari Dinas Luar berkepanjangan ini adalah alhamdulilah, cicilan rumah bulan depan sudah aman, souvenir buat nikahannya Irul (adik kandung_red) sudah terbayar lunas, plus bisa DP untuk hias maharnya. Dan kayaknya weekend ini bisa nyolong nonton Hunger Game di bioskop deh. (DVDnya pensiun bentar). Alhamdulilah.

Bagusnya lagi adalah setelah kira2 enam tahun yang lalu, berkat DL yang nginep di Jakarta itu, saya bisa re-union lagi sama bestie. Kebetulan pada saat yang sama sahabat yang tinggal di Kendari lagi DL di Jakarta juga, jadi yaaahhh..... mumpung ya kan? Bisa dibilang, setelah menikah dan punya anak, ketemu sama temen lama itu juuuuaaaraaang sekali. Kalo ada DL pun prefer yang bisa PP, gak kuat tidur nggak meluk Ghozy. Jadi pas ada momen langka yang belum tentu setahun sekali itu, saya memanfaatkan DL nginepnya buat reunion. Agak merasa bersalah juga sih mbayangin gimana Ghozy minum susunya pas malem2 disela2 bobok manisnya. Tp yah, masih ada ayahnya ghozy yg kalo lagi kondisi kayak gini.

Bagusnya lagi adalah bisa sekalian pulang kampung. Jadi ceritanya, waktu ayahnya ghozy DL seminggu di Jogja itu, pas bareng sama maraton Jakarta-Jogjaku. Ghozy belum pernah ditinggalin kedua ortunya pada saat yang bersamaan, dan nggak tega aja ninggalin dia sama mbaknya thok. Walhasil, Ghozy diboyong deh ke rumah eyangnya sejak hari minggu (mbaknya ikut, tentu saja) Juk Ijak Ijuk Ijak Ijuk naek kereta api.

Nah, apakabar ghozy dengan DL panjang ortunya ini?
Yang paling kena dampak jeleknya ya si baby boy ini (dan emaknya melow bombay).
Selama ayahnya DL, alhamdulilah saya pas nggak DL (kecuali yang di jogja itu, yang sudah saya ceritakan sebelumnya). Jadi masalah habbit sebelum bobok malem, teratasi, pun rengekan rengekan di malem hari. Namun demikian, (Halah!) ada masa2 dimana Ghozy mencari sosok ayahnya ketika dia tak ada, misalnya, saat dia butuh partner smack down. Tapi hebatnya Ghozy adalah, setelah seminggu ditinggal, begitu ayahnya dateng, dia bisa cuek aja gitu, semacam "hello you, thnks 4 coming, im fine", yang, tentu saja bikin keki ayahnya.

Sedihnya lagi ya pas ditinggal bareng2 itu. Ghozy dg berat hati bobok sama eyang dan mbaknya. Daannn.... dia baik2 saja. Hiks hiks. Bukannya saya mengharapkan dia rewel ato apa sih, tapi kaaannnn...
Ya begitulah. Bicara tentang resiko punya anak sementara ortunya kerja dua2nya. Punya "mbak" is a must. And we become so dependable on her.
Asisten oh asisten, i hate you but i love you. Dan aku padamu.

Ghozy bahkan nggak mau sama emaknya setelah DL jogja itu. Well, at least he needs two days to re-memorize his Mommy. :(

Awal Desember ini juga kayaknya nggak kalah sibuk deh, saya masih seputaran Jakarta, ayahnya Ghozy awal Desember ke Jogja, setelahnya ke Bali. Dan saya sedang mempertimbangkan apa ngambil cuti aja kali ya? Biar bisa ikut ayahnya ghozy ke Bali. Tampaknya ide yang menyenangkan! (lirik-lirik rekening terus cemberut)

Well, i love my life. :)




Jumat, 18 Oktober 2013

Anak Anakmu Bukanlah Anak Anakmu...



Anak-Anakmu

Anakmu bukan milikmu.
Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu diri sendiri.
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,
Mereka hidup bersamamu, tetapi bukan hakmu,
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
sebab mereka punya alam pikiran sendiri. 

Patutlah kau berikan rumah untuk raganya, tapi bukan untuk jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tidak dapat kau kunjungi sekali pun dalam mimpi.

Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu. 
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, 
pun tidak tenggelam di masa lampau.

Kaulah busur, dan anak-anakmu adalah panah yang meluncur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran dan bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaanNya, 
Hingga anak panah itu melesat, jauh dan cepat.

Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Ia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
Seperti Ia mengasihi pula busur yang mantap. 


*Sedang mengeja sajak Kahlil Gibran  



  • Blogger news

  • Blogroll

  • About

    Welcome Readers! This is a story about me and my life Some papers full of Grateful towards The Almighty. Happy reading!