RSS
Facebook
Twitter

Sabtu, 09 Februari 2013

My little boy grew up so fast.
It has been 10th months!

Manusia kecil itu sudah punya ide2 dan tau apa yang dia mau. Hanya saja tubuh dan emosinya masih blm sepenuhnya dapat mengakomodasi kepentingannya tersebut.
Bulan2 terakhir ini perkembangannya cukup pesat. Periode bulan bulan sebelumnya bisa dibilang pertumbuhan dan perkembangannya relatif lebih slowly dibanding teman2nya. Saat teman temannya sudah bisa tengkurap pada usia 3 bulan, ghozy pada usia 5. Pun ketika teman temannya sudah merambah kemana mana dengan cara merangkak pada usia 5 bulan, ghozy pada usia 8, itupun belum duduk. Namun demikianz, (yuks... kata penghubung bahasa indonesia yg baik dan benar), pada akhir usia 8 menjelang 9, tiba2 saja (yahh... nggak tiba2 amat si, setelah ditunggu sekian lama) akhirnya manusia kecil itu menambah kapasitas kemampuannya dengan merangkak dan duduk dalam waktu yang hampir bersamaan. Pertengahan usia 9, dia sudah minta berdiri.
Dan disinilah ayah bundanya mulai kepayahan. Energinya mulai ruarrrrr biasa. Tidur siangnya berkurang, nggaa capeknya bergerak dari fajar sampeeeee senja.
Manusia kecil itu sedang sering-seringnya terjatuh, dari waktu ke waktu.
Nggak tanggung2 juga lho frekuensi jatuhnya. Minimal 3 kali sehari (he'eh, mirip resep obat dari dokter).
Model jatuh kayak gimana juga rasanya dia pernah cobain. Mulai dr jatuh tidak penting sampai jatuh wow cetar membahana.
Contoh jatuh tidak penting misalnya keburu2 mau merangkak tapi dengkulnya belum siap akhirnya kepleset trus jatuh terpelanting tapi masih di kasur, atau sekedar kejedot ringan.  Dikategorikan tidak penting, karena si empunya jatuh nggak pake nangis. :D
Yang dikategorikan jatuh wow cetar membahana misalnya, jatuh terjengkang, yang tadinya duduk di kasur tiba2 udah kegeblak di lantai dg kepala belakang duluan. Trus kejedot tidak ringan yang bikin dahinya makin nongnong dan pastinya, biru. Trus jatuh terpelanting dari posisi berdiri sampe tiba-tiba terlentang dengan bunyi "bug" di lantai.
Walhasil, si empunya menangis cukup wow sampai agak susah didiemin. Maklum juga sih, pasti sakit soalnya.
Pasalnya, semua episode terjatuh dan terjatuh lagi itu terjadi bukan karena kami orang tuanya membiarkan dia tanpa pengawasan. Hampir semuanya terjadi justru saat dia bersama ayah bunda atau mbak pengasuhnya. Tadinya baik-baik saja, duduk atau berdiri sambil tertawa-tawa, tiba-tiba brakkk!! Ketika dia menuju jatuh itu, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kadang kami melihat proses jatuhnya, tapi kadang terlewat, karena tau-tau dia sudah menggelepar di lantai.
Fiuhhhhhh......
Mencoba mengantisipasi supaya jatuhnya tidak terlalu menyakitkan, kami berusaha untuk selalu siaga di belakangnya, atau membekali dia dengan bantal-bantal. Walaupun sih, masih saja kecolongan. Akhir-akhir ini sedang kepikiran mau sewa atau beli baby walker, biar dia bisa disambi, dan frekuensi jatuhnya bisa terkurangi. Sambil berdoa setiap waktu maksudnya.
Orang tua belajar dari anak juga.
Banyak sekali yang dipelajari bundanya ghozy dari anaknya, terutama masa-masa ini.
Salah satunya adalah manusia kecil itu terus dan selalu bangkit setiap kali dia terjatuh.
Apalagi kalau sifat jatuhnya tidak penting, dia tidak menunggu lama sampai bangkit lagi dan melanjutkan langkah.
Ato saat jatuhnya agak keras, dia memang menangis. Tapi berhubung menangis rasanya tidak membawa dia kemana-mana dan justru menjauhkan dia dari mainannya, maka setelah menangispun dia tetap bangkit kembali, mencoba berdiri lagi dan menikmati proses bangun dari jatuh, untuk kemudian melanjutkan langkah. He is fearless during this period of time.
Yeah.... like I said before, adult may learn more and more from her babies.



0 komentar:

Posting Komentar

  • Blogger news

  • Blogroll

  • About

    Welcome Readers! This is a story about me and my life Some papers full of Grateful towards The Almighty. Happy reading!